KOL INF JOKO HADI SUSILO SIP
KOL INF JOKO HADI SUSILO SIP
DANREM
MAYOR INF TUWADI S.E
MAYOR INF TUWADI S.E
DANYONIF 301 / PKS
You are here
Home > Berita > Kijang Terperosok di Jalan Alternatif

Kijang Terperosok di Jalan Alternatif

WADO – Jalur alternative Wado-Sumedang via Jalan Desa Cisurat, Kecamatan Wado, yang berbelok dan memiliki tanjakan yang curam dari arah Wado, akhirnya menelan korban kecelakaan lalu lintas. Satu buah mobil kijang berwarna biru, milik Kepala Desa Jatibungur, Kecamatan Darmaraja, Sahya Sukarya Putra, terjun bebas ke jurang sedalam tiga meter, di Blok Sawah Kadu, Dusun Cisurat, Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Kamis (25/02) pukul 17.00 WIB.
Beruntung saat kejadian, Sahya berhasil loncat. Saat itu, menurut keterangan Sahya, dirinya akan pulang ke Darmaraja, sehabis melakukan aktivitas di Kecamatan Wado. Karena jalan utama Sumedang-Wado via Dusun Betok terputus, dirinya pun memutuskan melintas jalur alternative.
Dalam suasana yang mulai gelap tersebut, dirinya mengemudikan kendaraan kijang tersebut, saat di tengah perjalanan, tepatnya di Blok Sawah Kadu, setelah Tanjakan Cibuntu, tiba-tiba mobil tersebut slip karena kondisi jalan yang hancur dan licin. Dalam keadaan slip mesin mobil seketika mati, dan spontanitas mobil tersebut mundur. Suasana makin mencekam, karena keadaan cuaca saat kejadian tengah turun hujan, Sahya pun panik dan akhirnya loncat sebelum mobilnya masuk jurang.
“Alhamdulillah, beruntung saya masih bisa loncat, sebelum mobil masuk jurang,” kata Sahya pada Sumeks, kemarin.
Disebutkan dia, hingga Malam Jumat, mobil yang sudah berada di dalam jurang dengan ketinggian kurang lebih 3 meter itu. Sementara dia tinggalkan, alasannya, untuk mengevakuasinya perlu waktu yang tepat.
“Apalagi meihat kondisi jalan yang seperti itu, dan dalam keadaan hujan, tidak memungkinkan untuk di evakuasi. Pada akhirnya, evakuasi pun dilakukan ke esokan harinya (kemarin, red.)dengan menggunakan mobil derek. Mobil saya sudah dapat dievakuasi sekitar pukul 11:45 dengan menggunakan mobil derek,” ungkapnya.
Kejadian itu, sebagai peringatan bagi pengguna jalan yang melintas jalur alternative tersebut, agar selalu berhati-hati. Sahya menilai, kondisi jalan di Blok Cibuntu, Sawah Kadu, sebenarnya sudah kurang layak untuk digunakan. Namun, karena tidak ada jalan alternative lain menuju Sumedang dari kawasan Wado, yang lebih cepat, maka jalan tersebut dipergunakan. Imbasnya, resiko terburuk pun harus siap dihadapi para pengguna jalan tersebut.
“Saya hawatir, akan terjadi pristiwa seperti ini lagi. Masih untung untuk kecelakaan kali ini tidak ada korban jiwa, ini harus jadi perhatian dari pemerintah,” paparnya yang meminta agar percepatan Jalan Lingkar Jatigede segera dipercepat.
Seperti diketahui, paska terendam dan terputusnya Jalan Provinsi Sumedang-Majalengka dan Garut via Wado, menyebabkan berbagai akses kehidupan yang menggunakan moda transportasi darat jadi susah melintas.
“Saya sebenarnya sudah khawatir dengan kondisi jalan yang licin, dan kecil di Jalur Alternatif itu. Tapi mau bagaimana lagi, apalagi banyak kegiatan di Sumedang saat-saat ini, sehingga terpaksa kami melintas jalur tersebut,” kata Kepala Desa Sukajadi, Dede Suhendar.
Dede pun berharap percepatan Jalan Lingkar Barat Jatigede segera dapat dilintasi kendaraan, agar tidak menimbulkan kehawatiran pada pengguna jalan. (eri)

Leave a Reply

Top